Menuju Universitas Indonesia yang Unggul dan Impactful

Di tengah tantangan global, UI menapaki arah baru. Rektor UI memperkenalkan lima pilar strategis, menegaskan komitmen universitas untuk unggul, berdampak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat dan Indonesia.

Suasana Balai Sidang Universitas Indonesia hari itu terasa penuh harapan. Di hadapan sivitas akademika dan tamu undangan yang memenuhi ruangan, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., menyampaikan pidato perdananya usai dilantik sebagai Rektor Universitas Indonesia pada 4 Desember 2024. Dalam momen penuh makna itu, ia memperkenalkan akronim baru bagi UI: Unggul dan Impactful.

“Akronim Unggul dan Impactful menjadi napas dalam setiap langkah kami yang diberikan amanah untuk mengelola universitas dengan sepenuh hati dan sepenuh waktu untuk mendedikasikan kemajuan universitas Indonesia,” ucap Prof. Heri.

Menurutnya, saat ini UI berada di tengah arus perubahan yang begitu cepat, mulai dari revolusi industri 5.0, disrupsi teknologi, dominasi generasi Z, dan tantangan dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang menuntut universitas harus terus adaptif dan inovatif. Visi tersebut menjadi penanda arah dan semangat baru bagi universitas untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.

Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Tanah Air, UI memiliki tanggung jawab besar sebagai dapur cendekia bangsa, tempat lahirnya pemikiran, riset, dan inovasi yang berkontribusi langsung pada kemajuan Indonesia. Di tengah upaya bangsa menuju Indonesia Emas 2045, UI dituntut menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu menopang kebutuhan ekonomi dan kepemimpinan nasional.

Untuk mewujudkan Universitas yang Unggul dan Impactful, UI merancang lima pilar strategis yang menjadi fondasi transformasi universitas dalam lima tahun ke depan. Pilar tersebut meliputi: Pemberdayaan Kewirausahaan, Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan, Riset dan Inovasi yang Berdampak, Peningkatan Daya Saing Global, serta Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Budaya.

Pemberdayaan Kewirausahaan

Pilar strategis pertama ini didasari kesadaran bahwa pendanaan UI belum sepenuhnya mandiri dan masih bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT). Oleh karena itu, universitas perlu terus bergerak menuju entrepreneur university sehingga mampu memenuhi kebutuhan untuk menghadirkan proses dan output perguruan tinggi yang berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan seluruh sivitas akademika UI.

Dengan luas lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, keberadaan tenaga ahli berkualifikasi tinggi seperti doktor dan profesor, serta “soft power” berupa ilmu pengetahuan, seni, dan budaya, UI memiliki modal besar untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Potensi ini diperkuat dengan keberadaan unit bisnis di bawah universitas, termasuk rumah sakit, lembaga pendidikan, serta fasilitas penelitian yang dapat menjadi bagian dari jejaring produktif berbasis kolaborasi.

Dengan potensi besar yang dimiliki, UI juga perlu memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak untuk mengembangkan layanan profesional, konsultasi, pelatihan, dan uji laboratorium. Bentuk kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik semata, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kami memiliki rencana untuk mengembangkan kawasan UI menjadi kawasan yang produktif, seperti kawasan komersial dan bisnis, serta exit tol menuju RSUI. Strategi ini diharapkan dapat membawa impact bagi kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UI,” terang Prof. Heri.

 

Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan

Langkah strategis berikutnya berfokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan. Langkah ini ditempuh melalui berbagai kebijakan, seperti menyediakan program studi-program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman, mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, dan memperkuat sistem penjaminan mutu akademik.

Langkah lainnya yang ditempuh oleh UI ialah memperluas rekrutmen global talent untuk memperkuat jajaran dosen, kebijakan sabbatical leave bagi dosen untuk bekerja sementara di dunia industri atau bisnis, dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Selaras dengan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif, beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari wilayah terdepan, terluar, tertinggal (3T).

Transformasi pendidikan juga dijalankan menerapkan metode pendidikan berbasis proyek, daring, dan berbasis riset. Selain itu, UI juga memperkuat infrastruktur digital dengan membentuk badan pengelola digital yang berfungsi sebagai pusat koordinasi seluruh sistem pembelajaran daring, administrasi akademik, hingga pengelolaan data universitas.

Untuk melahirkan lulusan yang berdaya saing global, UI juga meluncurkan berbagai program untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembangunan International Student Housing. Fasilitas ini dirancang untuk menampung mahasiswa internasional, para tamu, sekaligus mendukung berbagai kegiatan akademik seperti konferensi dan kolaborasi ilmiah.

Selain di bidang akademik, UI juga menaruh perhatian besar pada pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang seni, budaya, dan olahraga. “UI memiliki berbagai fasilitas olahraga, seperti stadion sepak bola, lapangan tenis, bulutangkis, kolam renang, lapangan hockey, hingga pickleball. Fasilitas olahraga ini dapat menunjang pengembangan prestasi mahasiswa di bidang olahraga,” terang Prof. Heri.

 

Riset dan Inovasi yang Berdampak

Sebagai perguruan tinggi yang menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, riset dan pengembangan tentu tak luput dari perhatian UI. Pada pilar strategis ketiga, UI berfokus pada penguatan riset dan inovasi yang berdampak tinggi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, UI mendorong peningkatan kapasitas riset melalui berbagai inisiatif, seperti penyediaan seed funding, modernisasi infrastruktur penelitian, serta rekrutmen global talent bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti, serta memperkuat postdoctoral. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperluas kolaborasi riset lintas negara dan mendorong terciptanya inovasi yang relevan secara global.

Seluruh upaya ini dilengkapi dengan pengelolaan kekayaan intelektual yang lebih sistematis, agar hasil riset sivitas akademika dapat dihilirisasi secara optimal. Dengan demikian, riset dan inovasi yang dihasilkan akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi universitas.

“Melalui kolaborasi pentahelix, UI bisa menjadi center of excellence riset dan inovasi yang berdampak tinggi dan Inkubator bisnis terbaik di Indonesia, serta memperoleh pendapatan signifikan dari hilirisasi riset dan inovasi.”

Visi Strategis Universitas Indonesia Periode 2024-2029

Peningkatan Daya Saing Global

Rencana strategis UI yang keempat ialah meningkatkan daya saing UI di kancah global. Langkah ini ditempuh dengan memperluas jaringan kerja sama antara UI dengan universitas-universitas terkemuka dunia dan mendorong sivitas akademika untuk berpartisi aktif dalam forum-forum akademik internasional.

Upaya lainnya ialah meningkatkan promosi program internasionalisasi yang berdampak tinggi, memperluas mobilitas dosen, profesor, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, baik inbound maupun outbound, serta memperbesar skala kelas internasional dari jenjang S1 hingga S3, termasuk skema single dan double degree. Selain itu, UI juga aktif mempromosikan rekrutmen mahasiswa asing, terutama di kawasan Asia Pasifik.

“Saat ini, UI memiliki lebih dari 2.000 mahasiswa internasional dan lebih dari 10 persen lulusan UI telah bekerja di ekosistem global. Dengan capaian ini, maka sudah sewajarnya bagi UI untuk mencapai peringkat ke-150 universitas terbaik di dunia pada 2029,” terang Prof. Heri.

Guru Besar Fakultas Teknik (FT UI) ini menambahkan, selain mendorong peningkatan reputasi UI di kancah internasional, UI juga menaruh perhatian penuh untuk mengembangkan klaster yang menjadi pusat destinasi dunia dan living lab Indonesia, antara lain klaster biodiversitas, sosial-humaniora, sejarah dan budaya nusantara, tropical medicine, tropical environment, tropical renewable energy, dan blue economy.

 

Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Budaya

Rencana strategis yang terakhir ialah penguatan tata kelola dan transformasi budaya melalui tata kelola yang baik, transparan, akuntabel, serta menciptakan budaya akademik yang unggul, inklusif, dan integritas. Pilar strategis ini juga mencakup peningkatan efisiensi birokrasi melalui sistem informasi yang terintegrasi dan penguatan mekanisme pengawasan di seluruh lini universitas.

Melalui pilar ini, UI berkomitmen menumbuhkan praktik budaya korporat yang selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan kampus. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat budaya layanan prima terhadap seluruh pemangku kepentingan, sekaligus membangun ekosistem akademik yang mendukung kebebasan berpikir, kreativitas, dan inovasi.

Dalam konteks kesejahteraan, UI berkomitmen menghadirkan sistem penghargaan berbasis kinerja (merit-based reward) bagi dosen dan tendik, serta memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di berbagai bidang, seperti Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), seni, budaya, hingga olahraga. Dukungan serupa juga diberikan kepada anak dosen dan tendik yang berhasil lolos melalui jalur SNBT.

Dalam merespons isu-isu kekinian, UI menyiapkan sejumlah kebijakan yang responsif, seperti meningkatkan perhatian pada kesehatan mental, pencegahan kekerasan seksual, pemanfaatan kecerdasan artifisial di lingkungan kampus, serta penguatan jenjang karier dan perlindungan kesejahteraan tendik, termasuk memperluas cakupan asuransi dan menyesuaikan gaji pokok agar setara dengan tingkat inflasi.

Menurut Rektor UI, kelima pilar strategis ini menjadi cerminan dari komitmen UI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan memperkuat tata kelola dan budaya organisasi, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan berdaya saing internasional. Melalui rencana strategis ini, UI diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan bersaing di tingkat global.

“Kami berharap, UI dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia sekaligus menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan tinggi lainnya dalam menerapkan tata kelola yang baik dan inovasi yang berkelanjutan.”

Program Prioritas Strategis Universitas Indonesia Periode 2024-2029

“Akronim Unggul dan Impactful menjadi napas dalam setiap langkah kami yang diberikan amanah untuk mengelola universitas dengan sepenuh hati dan sepenuh waktu untuk mendedikasikan kemajuan universitas Indonesia.”

Rektor Universitas Indonesia – Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU.,

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya