MAPALA UI: Penggerak Vaksinasi Booster di Kawasan Danau Toba

Demi mempercepat pencapaian herd immunity serta distribusi vaksinasi secara maksimal, Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UI mengadakan kegiatan vaksinasi booster di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

Sejalan dengan ekspedisi MAPALA UI yang bertajuk “Kembara Banoa Toba”, kegiatan tersebut dilatarbelakangi atas dasar tujuan inventarisasi dan promosi wisata petualangan yang berkelanjutan di kawasan Danau Toba. Program vaksinasi ini pun diselenggarakan oleh MAPALA UI sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekitar sekaligus percepatan pemulihan perekonomian kawasan wisata alam.

Magkma selaku ketua MAPALA UI mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan vaksinasi tersebut sudah dilakukannya sejak Agustus 2021 lalu. “Mapala UI sudah melakukan kegiatan vaksinasi masyarakat kaki gunung di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, sehingga ide ini kami lanjutkan di kawasan Danau Toba,” ujarnya.

Dalam misi melakukan vaksinasi booster kepada masyarakat sekitar Danau Toba, tentunya diperlukan persiapan secara matang demi terlaksananya kegiatan secara maksimal. Berbagai persiapan yang dilakukan meliputi penentuan lokasi yang sesuai, melakukan koordinasi mobilisasi vaksin dari hulu hingga hilir hingga mencari peserta vaksinasi di kawasan tersebut.

Dalam hal ini, MAPALA UI juga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai penanggung jawab kesehatan. Berbagai pihak eksternal pun turut dilibatkan, seperti PT Toba Pulp Lestari Tbk. (Penyandang Dana), Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, Tapanuli utara dan Toba, serta seluruh puskesmas yang berlokasi di kecamatan dan desa setempat.

IMPLEMENTASI VAKSINASI KAWASAN DANAU TOBA

Magkma menambahkan, vaksin yang digunakan adalah jenis Astrazeneca (AZ) dengan total 10.000 dosis atau 1.000 vial untuk 20.000 jiwa vaksinasi booster yang tentunya sudah diberi izin oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui pengajuan surat permohonan resmi. “Vaksinasi telah kami lakukan melalui penjajakan pertama pada November 2021 dalam rangka melakukan pemetaan dan survey lokasi. Seluruh vaksin terserap pada 9 Maret 2022,” imbuhnya.

Meski kerap menghadapi tantangan seperti halnya meyakinkan masyarakat setempat agar tidak termakan hoax mengenai efek samping vaksin Covid-19, Magkma dan tim sangat bersyukur atas kegiatan vaksinasi booster yang telah terlaksana dengan sukses. Menurutnya, masyarakat setempat sangat kooperatif dalam menerima keberadaan tim MAPALA UI yang telah menyelenggarakan kegiatan vaksinasi booster.

“Kegiatan ini murni sebagai Bhakti Mapala UI untuk masyarakat. Melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, seluruh data penerima vaksin langsung terinput di Aplikasi P-Care yang dimiliki setiap puskesmas yang ada di kecamatan setempat. Kami memastikan bahwa tidak ada yang memiliki data pribadi masyarakat,” ujarnya.

Disinggung mengenai rencana ke depannya, Magkma mengungkapkan bahwa ia tidak mau terburu-buru untuk melakukan misi vaksinasi booster ke daerah lain. “Kami perlu menyusun laporan kegiatan serta evaluasi secara mendalam agar kegiatan selanjutnya dapat terlaksana lebih baik, bahkan komunitas selain MAPALA UI dapat mengambil contoh positif dari kami mengenai kegiatan vaksinasi booster untuk masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini: