Berbagai tantangan kerap kali dihadapi di sektor transportasi darat, khususnya di berbagai kota metropolitan Indonesia. Masyarakat pun tentunya mendambakan hadirnya kendaraan yang praktis dan aman serta bebas dari kepadatan lalu lintas.
Demi menyiasati permasalahan tersebut, Tim UI Flying Car berhasil menciptakan konsep kendaraan masa depan yang dapat beroperasi di darat maupun udara bernama ‘Skylark’. Skylark dikembangkan oleh Tim UI Flying Car yang berisikan lima orang anggota dengan latar belakang mereka sebagai mahasiswa Departemen Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).
Tim UI Flying Car dirintis oleh M. Ilham Santoso yang berperan sebagai co-founder internal dan Rifqi Azhari berperan sebagai co-founder eksternal. Mereka pun memantapkan inovasi ini dengan merekrut para anggota yang terdiri atas Yogasatya Adikhansa, Tristan Ardhika, Khalfan Nadhief dan Farhan Almasyhur. Tak hanya dikembangkan oleh satu tim, riset ini pun didukung oleh Mohammad Aditya selaku dosen di Fakultas Teknik Mesin, yang sebelumnya sudah memiliki banyak riset dalam bidang kendaraan terbang baik pesawat maupun mobil terbang.
Skylark pernah diikutsertakan dalam lomba internasional yang bertajuk “Flying Car Design Competition Teknofest 2021” yang diselenggarakan oleh Turkish Technology Team (T3) Foundation, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Turki dan beberapa perusahaan mitra. Dihadiri oleh ± 120 partisipan dari berbagai negara, Tim UI Flying Car berhasil menembus babak final yang merupakan prestasi gemilang untuk tim yang berstatus sebagai debutan.
LAHIRNYA KONSEP SKYLARK
Dalam penciptaan konsep Skylark, kendaraan tersebut terlahir dari konsep baru yang disebut dengan Urban Air Mobility ataupun Flying Car. Ilham selaku ketua tim mengatakan, “Skylark dirancang dengan konsep berkendara autonomous level 5. Sehingga pengguna sama sekali tidak berinteraksi ketika kendaraan sedang berjalan. Oleh karena itu pengguna dapat bersantai, tidur, ataupun menikmati fitur multimedia yang ada,” ujar Ilham menjelaskan.
Ilham menambahkan, penciptaan Skylark pun dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi baterai dan propulsi listrik yang pesat, dalam hal ini tentunya ramah terhadap lingkungan. Atas dasar tersebut, Skylark dirancang dengan sistem propulsi listrik serta tidak menghasilkan emisi karbon yang dapat mengganggu kestabilan iklim serta pemanasan global.
FITUR SKYLARK
Apabila mengulik fitur yang terdapat pada mobil terbang Skylark, tentunya banyak sekali perbedaan yang dimiliki dibandingkan dengan kendaraan darat biasa. Skylark memiliki delapan propulsi listrik dan dua sayap yang dapat dilipat dan diputar. Selain itu, Skylark memiliki tiga mode berkendara, yakni takeoff/landing, cruising, dan darat.
Lalu bagaimana ketiga mode tersebut bekerja? Rifqi pun menjelaskan, Skylark menggunakan Rotary-Wing untuk melakukan takeoff/landing sehingga tidak memerlukan ruang yang besar. Ada pun mode cruising dilakukan setelah takeoff dan sebelum landing. “Pada mode ini, Skylark mengandalkan gaya angkat dari sayap sehingga sensor dan V2X digabungkan untuk menghasilkan kendaraan otomatis yang aman.
PROSPEK MASA DEPAN
Melalui perancangan kendaraan masa depan ini, Rifqi mengungkapkan bahwa konsep Skylark masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan. Berbagai pengembangan prototype dan pembaruan fitur masih menjadi fokus utama, seperti pengembangan sistem computer vision yang akan dikombinasikan dengan V2X, melakukan simulasi propulsi listrik hingga riset mengenai peredaman suara pada propulsi.
Riset terhadap pengembangkan Skylark tentunya akan berlangsung dalam jangka waktu 5-10 tahun ke depan demi menciptakan sebuah prototype baru yang memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan secara aman dan praktis.
“Konsep mobil terbang Skylark di masa depan akan merambah ke beberapa pangsa pasar yang tentunya dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja untuk seluruh golongan masyarakat, seperti kendaraan, kargo, goods delivery, rescue vehicle hingga kendaraan pengawas, ”pungkas Rifqi.
INFORMASI SINGKAT KONSEP MOBIL TERBANG SKYLARK:
Co-Founder Internal:
Muhammad Ilham Santoso
Co-Founder External:
Rifqi Azhari
Anggota:
■ Yogasatya Adikhansa
■ Tristan Ardhika
■ Khalfan Nadhief
■ Farhan Almasyhur
Fitur yang Dimiliki:
■ 8 propulsi listrik
■ 2 sayap yang dapat dilipat dan diputar
■ 3 mode berkendara (Take off/landing,cruising dan darat)
■ 7 kamera
■ 8 ultrasonik
■ 1 radar V2X
Latar Belakang Pengembangan Konsep:
■ Tingginya tingkat kemacetan di perkotaan dan mahalnya biaya konstruksi jalan baru/layang/bawah tanah.
■ Meningkatnya permintaan masyarakat akan kendaraan yang cepat, murah, aman dan ramah lingkungan.
■ Semakin tidak teraturnya kondisi lalu lintas di jalan raya saat ini karena semakin melonjaknya pengguna kendaraan dari berbagai jenis
■ Perkembangan teknologi baterai dan propulsi listrik yang pesat
■ Perkembangan teknologi computer vision yang pesat
Prospek Bidang Profesi di Masa Depan:
- Kendaraan
- Kargo
- Goods delivery
- Rescue vehicle
- Kendaraan pengawasan



