Menjadi alumnus Universitas Indonesia (UI) tak membuat Mochamad Alvin Dwiana Qobulsyah ‘besar kepala’. Baginya, jauh lebih penting menjaga tanggung jawab agar dapat menjadi contoh (role model) persona alumni UI di manapun ia berada.
Mochamad Alvin Dwiana Qobulsyah mulai menimba ilmu di UI pada tahun 2008. Saat itu, ia berlabuh pada program sarjana Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). “Dahulu, saya masuk lewat jalur penerimaan Ujian Masuk Bersama (UMB) yang baru diuji coba tahun 2008,” ujarnya.
Pada tahun 2012, ia meneruskan, belum ada program magang pada 2019 dengan posisi terakhirnya adalah produser junior. Selama berkarier di sana, Alvin terlibat dalam sejumlah program TV, seperti 1 Indonesia, NET.10, Citizen Journalism, Garuda, Muslim Travelers, Good Afternoon, NET.12, Good Election, dan sejumlah program pilot lainnya.
MELANGLANG BUANA KE KOREA SELATAN
Selepas tahun 2019, Alvin mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk menemani sang istri menempuh studi doktoral di Seoul National University, Korea Selatan. Pada saat bersamaan, Alvin juga melanjutkan pendidikan magisternya dalam program studi International Studies, Graduate School of International Studies (GSIS) di universitas yang sama dengan istrinya. Pada Agustus 2022, ia merampungkan studinya sebagai salah satu lulusan terbaik di jurusannya.
“Selama di Korea Selatan, saya tetap berkesempatan melanjutkan karier jurnalistik saya secara paruh waktu dengan menjadi koresponden lepas untuk beberapa media tanah air, menjadi penyiar lepas dan asisten editor berita untuk KBS World Radio Siaran Bahasa Indonesia, serta terakhir menjadi koresponden tetap dari Korea Selatan untuk SEA Today, media siar dan digital Indonesia terbaru berbahasa Inggris yang berkantor pusat di Jakarta,” beber pria kelahiran Bandung, 24 Desember 1989 ini.
AKTIF BERORGANISASI
Saat masih menjadi mahasiswa di UI, Alvin mengaku, dirinya terbilang cukup aktif di bidang kemahasiswaan dengan menjadi pengurus di BEM UI dan BEM FISIP UI, khususnya dalam Departemen Pergerakan, Aksi, dan Propaganda.
“Saya cukup rutin menjadi MC unjuk aksi massa jaket kuning dan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Masa-masa itu sangat berkesan, semisal bagaimana gerakan konsisten mahasiswa yang dimotori UI saat itu berhasil terus berunjuk rasa memprotes UU Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), mulai dari masa perumusan hingga mengawal judicial review-nya di Mahkamah Konstitusi dengan hasil pembatalan sepenuhnya UU BHP,” kenangnya.
Pada tahun-tahun terakhir berkuliah di UI, sambungnya, Alvin juga sempat mewakili UI dalam beberapa festival pelajar di Norwegia dan India.
“Terakhir yang berkesan sebelum lulus dari UI adalah memprakarsai model anyar orientasi mahasiswa baru (MABA) di FISIP UI dengan nama Pengenalan Sistem Akademik dan Kehidupan Kemahasiswaan (PSAK). Model kegiatannya tetap bertahan selama satu dekade terakhir sejak pertama dirintis tahun 2013,” tambahnya.
Alvin pun berpesan kepada para mahasiswa/i yang masif berkuliah di UI, “Ikuti kegiatan kemahasiswaan dan organisasi sebanyak- banyaknya selama di UI. Apalagi sekarang dibuka juga ruang lebih ‘merdeka’ untuk pemagangan atau pertukaran semester ke kampus lain di dalam dan luar negeri,” pungkasnya.


