Sebagai bentuk kepedulian terhadap para tenaga kesehatan (tenakes), mahasiswa UI turut berpartisipasi untuk bergerak bersama para tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19.
Ada sekitar 105 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK UI) terjun langsung menjadi relawan menangani pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit UI (RSUI). Dua di antara relawan tersebut, yaitu mahasiswa Magister Keperawatan FIK UI Sri Agustin Tabara dan mahasiswa Program Profesi Ners FIK UI Sofina Izzah.
Sejak 6 April 2020 Sri telah bergabung menjadi relawan dan ditempatkan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Covid-19 yang langsung berhadapan dengan pasien. Ia bertugas menjadi rekan kerja para perawat Rumah Sakit UI (RSUI), Depok dalam memberikan perhatian kepada pasien dan membantu memenuhi segala kebutuhan pasien.
Bagi Sri, pengalaman paling berkesan selama bekerja sebagai relawan adalah melihat keadaan umum pasien yang semakin hari semakin baik. Selain itu, Sri juga merasa bangga ketika memperoleh dukungan dari keluarga pasien maupun masyarakat. “Hal tersebut merupakan ‘vitamin C’ bagi saya, tenaga kesehatan serta tenaga medis lainnya. Dukungan ini merupakan sumber kekuatan untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Sri.
Sementara itu, Sofina bertugas sebagai relawan perawat di RSUI sejak 1 April 2020. Sofina menganggap menjadi perawat dalam masa pandemi ini adalah sebuah tindakan kepahlawanan bagi bangsa. Saat ini Sofina ditempatkan di ICU RSUI yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.
Sofina berpesan, “Mari bahu-membahu untuk menanggulangi pandemi ini dengan cara tetap di rumah saja jika tidak ada kepentingan yang mendesak, serta berikan aura positif bagi tenaga kesehatan maupun relawan nontenaga kesehatan. Semoga tidak ada lagi stigma negatif yang tercipta bagi pejuang medis.”
MAHASISWA NON-KESEHATAN JADI RELAWAN
Javas Rizqi Ramadhan bukan mahasiswa program studi rumpun ilmu kesehatan, namun niat tulusnya untuk menjadi relawan di RSUI tidak bisa dibendung. Ia bergabung sejak 1 April 2020 dan ditempatkan di unit Health Care Assistant (HCA) RSUI untuk membantu para perawat dalam menangani pasien Covid-19.
“Ilmu kesejahteraan sosial yang selama ini saya tempuh semasa kuliah menjadi pendorong saya untuk bisa turun menjadi volunteer. Praktik kesejahteraan sosial yang menekankan empati dalam setiap penyelesaian permasalahan, menguatkan saya untuk bisa turun langsung menjadi relawan,” kata Javas.
Sejumlah pekerjaan dijalankan Javas, antara lain membantu perawat mengambil resep obat ke unit farmasi, mengantarkan sampel darah ke unit laboratorium, menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis, dan menyiapkan pakaian bagi para tenaga medis yang bertugas di unit HCA COVID-19. Ia menjalani tanggung jawab menjadi relawan dengan jadwal kerja sebanyak 4-5 hari kerja, dengan setiap hari memperoleh satu shift (6-7 jam per hari).
Javas Rizqi Ramadhan
mahasiswa Program Studi; Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI)



