Belum lama ini, penyanyi Justin Biebier mengumumkan pembatalan konsernya karena mengalami penyakit Sindrom Ramsay Hunt. Penyakit seperti apa Sindrom Ramsay Hunt itu?
Menurut dr. Nurul Fadli, Sp.N dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Sindrom Ramsay Hunt atau juga dikenal dengan herpes zoster oticus merupakan penyakit neurologis langka yang ditandai dengan ruam dan lenting yang terjadi pada area telinga atau mulut, nyeri wajah, dan kelumpuhan otot wajah satu sisi.
Penyebab
Sindrom Ramsay Hunt, dr. Nurul Fadli, Sp.N meneruskan, disebabkan oleh reaktivasi infeksi virus Varicella zoster (VZV) yang juga menyebabkan penyakit cacar air dan cacar api (herpes zoster). Sindrom Ramsay Hunt terjadi pada orang yang pernah mengalami cacar air sebelumnya. Setelah mengalami cacar air, virus varicella zoster tidak akan hilang, tapi hanya dorman (tertidur) di dalam saraf. Ketika daya tahan tubuh menurun, virus bisa aktif kembali. Apabila virus varicella zoster tersebut dorman pada saraf wajah, maka ketika mengalami reaktivasi akan menyebabkan Sindrom Ramsay Hunt.
Gejala
Penderita Sindrom Ramsay Hunt akan mengalami beberapa gejala antara lain:
- Kelumpuhan otot wajah satu sisi yang menyababkan hilangnya ekspresi wajah, sulit menutup mata, serta kesulitan makan dan minum
- Ruam dan lenting pada bagian dalam telinga hingga langitlangit mulut.
- Nyeri pada wajah
- Gangguan pendengaran pada wajah yang terkena
- Telinga berdenging
- Pusing berputar (vertigo)
- Gangguan menelan dan gangguan pengecapan
Faktor Risiko
Sindrom Ramsay Hunt dapat menyerang siapapun yang pernah menderita cacar air. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mangalami Sindrom Ramsay Hunt, yaitu:
- Berusia di atas 60 tahun
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya kerena menderita kanker, diabetes, penyakit autoimun, atau HIV/ AIDS
- Mengalami kekurangan gizi atau malnutrisi
- Menderita infeksi kuman lain, seperti infeksi bakteri atau jamur
- Stress
Diagnosis
Untuk mendiagnosis Sindrom Ramsay Hunt, dr. Nurul Fadli, Sp.N menyampaikan, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai keluhan yang dialami pasien dan riwayat kesehatannya. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.
“Dokter biasanya dapat mendiagnosis Sindrom Ramsay Hunt berdasarkan adanya gejala klinis berupa kelumpuhan wajah satu sisi disertai dengan adanya ruam di sekitar telinga. Pemeriksaan laboratorium umumnya jarang dikerjakan. Namun, dapat dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya virus dengan mengambil sampel cairan dari luka pasien,” paparnya.
Pengobatan
Pengobatan Sindrom Ramsay Hunt harus segera dilakukan setelah dokter memastikan diagnosisnya. Tujuan dari pengobatan adalah untuk meredakan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang.
Pasien Sindrom Ramsay Hunt, dr. Nurul Fadli, Sp.N menjelaskan, umumnya membutuhkan obat antivirus, obat antiperadangan, obat antinyeri, dan vitamin. Obat tetes mata dapat diberikan untuk mencegah iritasi kornea akibat mata yang tidak dapat menutup sempurna. Selain dengan obat-obatan, dianjurkan juga melakukan fisioterapi dan latihan wajah agar tingkat kesembuhan semakin besar.
Kapan Harus Ke Dokter
Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami kelumpuhan pada salah satu sisi wajah yang disertai dengan ruam kemerahan dan lenting. Pemeriksaan dan penanganan secara cepat dapat menurunkan risiko munculnya komplikasi jangka panjang, seperti cacat wajah, nyeri yang menetap, tuli permanen, atau kerusakan/ infeksi mata akibat kesulitan menutup mata.
Pencegahan
Sindrom Ramsay Hunt tidak dapat menular ke orang lain. Akan tetapi, penderita Sindrom Ramsay Hunt dapat menularkan virus varicella-zoster kepada orang yang belum pernah menderita cacar air. Untuk itu, penting bagi penderita agar tidak menyentuh/ menggaruk ruam dan berkontak dengan orang yang belum pernah menderita cacar air, bayi, ibu hamil, dan orang dengan status imun yang turun. Selain itu, dapat dilakukan vaksinasi virus varicella-zoster bagi orang yang belum pernah terkena cacar air.

