MAHASISWA FEB UI RAIH DUA JUARA DALAM GAMA BCC

Dua tim mahasiswa Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) angkatan 2021 berhasil memperoleh dua penghargaan dalam ajang Gadjah Mada Business Case Competition (GAMA BCC).

Kedua tim tersebut, yakni Tim Livicha meraih Juara 2 dan Tim Three M memperoleh Juara 3. Tim Livicha yang beranggotakan Aliya Izet Adrianto, Evita Sonny, dan Richard William mempresentasikan tentang permasalahan atau peluang bisnis dari PT Pupuk Kaltim (BUMN agri business). Tim Livicha memperoleh data dari kasus dan diizinkan menggunakan data pendukung dari sumber yang kredibel.

Sementara itu, Tim Three M yakni Meliani Nababan, Mutiara Putri Sihombing, dan Mohammad Iqbal mempresentasikan kasus bisnis “Net Zero Emission How Low Can You Go?”. Tim Three M menganalisis upaya menurunkan emisi karbon dengan inovasi bisnis. Data yang diperoleh berasal dari laporan keuangan, laporan tahunan, sustainability report PT Pupuk Kaltim, dan berbagai paper yang telah dipublikasi untuk mendukung usulan bisnis.

“Mengikuti GAMA BCC merupakan pengalaman yang baru bagi kami, karena bertemu dengan orang-orang hebat yang menginspirasi. Nantinya, dari kemenangan ini, kami akan mengikuti kompetisi yang baru. Namun, kami akan fokus terlebih dahulu ke proposal tesis yang sudah di depan mata.” kata Mutiara.

Seperti diketahui, GAMA BCC merupakan ajang kompetisi tingkat nasional bagi para mahasiswa perguruan tinggi seluruh Indonesia untuk memiliki pengetahuan lebih luas mengenai praktik bisnis di industri pertanian, sehingga
mendorong peningkatan rantai pangan di Indonesia. Selain itu, membangun relasi dari berbagai universitas serta praktisi sebagai mentor dan trainer yang memberikan insight yang baru.

Kompetisi ini memiliki lima tujuan. Pertama, mendorong pengetahuan mahasiswa tentang prinsip, konsep, praktik bisnis; kedua, mendukung kreativitas dan pemikiran kritis mahasiswa dalam memecahkan masalah bisnis dan keberlanjutan bisnis; ketiga, mendorong pengetahuan, keterampilan penalaran, dan keterampilan non-teknis mahasiswa; keempat, menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik; dan terakhir, mendorong kemampuan mahasiswa untuk menyusun dan mempresentasikan ide-ide orisinal.

Bagikan artikel ini: