Perwakilan dari Universitas Indonesia (UI) Jean Nursyahbani Ninkeula berhasil meraih juara tiga sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tingkat nasional. Apakah ide yang digagasnya? Yuk simak di dalam artikel ini!
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional Program Vokasi tahun 2020.
Jean Nursyahbani Ninkeula, mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Program Studi Administrasi Perkantoran, berhasil meraih juara tiga. Ajang ini diikuti oleh 202 mahasiswa dari politeknik dan program/sekolah vokasi seIndonesia.
Pengumuman Pilmapres 2020 dilakukan pada hari Sabtu, 12 September 2020 secara daring. Usai pengumuman, Jean mengatakan, “Situasi pandemi saat ini tidak menyurutkan semangat saya untuk mengikuti perkuliahan, termasuk berkompetisi. Walaupun kondisi pandemi bukan berarti malas belajar, jangan pernah berhenti belajar, karena hidup akan terus mengajar. Tetap berprestasi dari rumah dan selalu semangat menempuh perkuliahan.”
Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi para adik kelas di Vokasi UI. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Vokasi UI dapat bersaing secara nasional.
PROSES SELEKSI
lulus tahap pertama dengan menyisihkan 138 peserta lainnya. Menurutnya, “Pada tahapan pertama, jumlah peserta untuk jenjang Vokasi se-Indonesia mencapai 202 mahasiswa. Setelah berhasil lolos tahap pertama, saya berkompetisi bersama 63 peserta dan pada babak final saya bersaing dengan 19 finalis lainnya.”
Sementara itu pada babak final, penilaian bukan hanya dari aspek intelektualitas, tetapi juga berdasarkan gagasan kreatif, karya unggulan, dan penguasaan bahasa asing. Dengan demikian, peserta yang terpilih diharapkan memiliki keterampilan, wawasan, sikap dan kepedulian sosial yang mumpuni untuk menyandang gelar sebagai mahasiswa berprestasi.
APRESIASI PIHAK KAMPUS
Prestasi yang diraih Jean dalam ajang Pilmapres 2020 ini merupakan kebanggaan bagi Universitas Indonesia. Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Sigit Pranowo Hadiwardoyo mengatakan, “Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi para adik kelas di Vokasi UI. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Vokasi UI dapat bersaing secara nasional. Vokasi UI mengunggulkan program nyata dan aplikatif sebagai ciri khas dari karya Vokasi,” kata Sigit.
BERBAGAI PRESTASI JEAN
Jean adalah salah satu mahasiswa UI yang berbakat. Prestasi demi prestasi telah diraih olehnya. Salah satunya adalah juara 1 dalam “Office Day” Grooming & Indonesia Public Speaking di Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2019. Pada tahun yang sama, ia juga meraih juara 1 english speech di University Pancasila dalam acara “Communication Fair” dan juara 2 debat bahasa Inggris dalam “Olimpiade Ilmiah Vokasi se-Indonesia” yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro.
Prestasi yang membanggakan lainnya, yaitu Jean juga pernah menjadi Youth ASEAN Leader di Malaysia & Singapore dan delegasi The World Tourism Organization atau UNWTO di “Bali Asia International Model United Nation”. Selain itu, Jean pun aktif dalam berbagai organisasi, seperti menjadi staf Kestari BEM Vokasi UI 2020 dan staf UI Vocational Expo 2018.
PENELITIAN JEAN
Dalam ajang Pilmapres 2020 ini, Jean menyampaikan ide tentang “SI AKSI: Solusi Sederhana dalam Mengatasi Bencana Banjir”. Ia mengintegrasikan produk, program, dan aplikasi sebagai solusi untuk mengatasi bencana banjir.
Indonesia menjadi daerah yang rawan bencana dan dapat datang kapan saja. Banyak sekali anak-anak yang minim edukasi informasi tentang manajemen bencana baik mitigasi maupun yang lainnya.
Produk yang dibuat adalah sebuah prototipe maket tiga dimensi (3D) tentang manajemen bencana yang ditujukan untuk memberikan sosialisasi dan menambah edukasi kepada anak-anak yang tinggal di daerah rawan bencana. Maket dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menarik minat anak-anak usia di atas 9 tahun. Tujuannya, untuk mengetahui cara dan upaya mencegah maupun menghadapi banjir.
Jean mengatakan, “Indonesia menjadi daerah yang rawan bencana dan dapat datang kapan saja. Banyak sekali anak-anak yang minim edukasi informasi tentang manajemen bencana baik mitigasi maupun yang lainnya. Harapan saya dengan adanya produk ini, anak-anak semakin teredukasi dalam menghadapi bencana yang dapat datang kapan saja,” ujar Jean.
Selain produk, gagasan berikutnya adalah implementasi program SI AKSI. Penerapan program ini berupa pembentukan komunitas berbasis dedikasi sosial yang ditujukan untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana banjir.
Jean memilih kota Bekasi sebagai kota implementasinya. Selain itu, SI AKSI ini juga akan diterapkan pada posko-posko evakuasi masyarakat sebagai tempat pengaduan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat. Di samping itu, sudah disiapkan pula bantuan berupa beasiswa untuk anak-anak yang tinggal di daerah rawan bencana dengan bantuan kerja sama dengan beberapa yayasan dan lembaga nonprofit.
Ia juga merancang pembuatan aplikasi bernama “Si Aksi Digital App”. Aplikasi berbasis digital bagi para shareholder atau relawan yang ingin memberikan bantuan agar tepat sasaran kepada masyarakat yang terkena bencana. Melalui gagasan tersebut, Jean berharap dapat memberikan solusi dan informasi yang tepat untuk menghadapi bencana yang datang kapan saja dan dapat berguna bagi masyarakat luas.
Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2020 diselenggarakan untuk menciptakan mahasiswa yang unggul. Keunggulan tersebut dilihat dari tiga aspek kecerdasan, antara lain kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Pelaksanaan Pilmapres 2020 merupakan Pilmapres yang paling menantang dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan Indonesia sedang menghadapi situasi kondisi saat ini. Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Ainun Naim mengatakan bahwa semua peserta kompetisi adalah juara karena telah menunjukkan keunggulan mentalnya terutama dalam menghadapi dinamika global yang sangat tinggi di tengah pandemi Covid-19.
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Pilmapres tahun 2020. Pendaftaran peserta dilakukan secara online dan seleksi awal dilakukan dengan memanfaatkan computer base test. Ada beberapa tahapan dalam penyelenggaraan Pilmapres 2020. Tahap I diikuti oleh 646 peserta yang terdiri dari 443 mahasiswa Program Sarjana (S1) dan 202 mahasiswa Program Diploma. Tahap II diikuti oleh 238 peserta yang terdiri dari 174 peserta dari jenjang sarjana dan 64 peserta dari jenjang diploma. Babak final (tingkat nasional) diikuti finalis sebanyak 41 peserta yang terdiri atas 21 finalis Program Sarjana dan 20 finalis Program Diploma.




