Dunia transportasi kini tengah memasuki tren baru yang sekaligus dapat mencegah kerusakan alam semakin meluas. Dengan hadirnya mobil listrik, inovasi tersebut dapat menjadi langkah solutif untuk mengurangi emisi karbon dan menjaga kualitas udara.
Universitas Indonesia (UI) turut gencar dalam mendukung keberadaan mobil listrik di Indonesia. Dr.-Ing. Mohammad Adhitya selaku Kepala Research Center for Advanced Vehicle (RCAVe-UI) mengatakan, “Dalam hal kendaraan listrik, inovasi tersebut berawal dari kegiatan riset yang lyang dinaungi oleh Research Center for Advanced Vehicle (RCAVe-UI) yang merupakan pusat riset kendaraan listrik di UI,” ujarnya.
Di RCAVe, para dosen peneliti terdapat perkumpulan para mahasiswa S1, S2 dan S3 UI yang giat melakukan penelitian di bidang kendaraan listrik. Pada penerapannya, para mahasiswa tersebut dibimbing oleh para dosen RCAVe-UI dalam mengikuti berbagai lomba teknologi kendaraan listrik seperti Shell Eco Marathon (SEM), Kontes Kendaraan Hemat Energi (KMHE) serta perlombaan lain yang melibatkan sistem elektronik seperti Kontes Robot Indonesia (KRI).
“Tentu saja banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh para mahasiswa yang telah mendapatkan dukungan dari para dosen RCAVE-UI. Tentunya mereka telah memberikan hasil nyata berupa prototype dari teknologi yang dikembangkan,” ungkap Aditya.
Melalui hal tersebut, berbagai inovasi yang dikembangkan dari sinergi antara dosen dan mahasiswa yang khususnya tergabung dalam RCAVe sangat memungkinkan untuk segera diproduksi massal. Diperlukan juga kehadiran industri yang mampu dan berkenan untuk memproduksi dan menjamin terjadinya rantai pasok produksi sehingga mobil listrik yang dihasilkan dapat bernilai ekonomis yang layak.
Potensi Mobil Listrik di Indonesia
Berbicara mengenai keberadaan kendaraan listrik di Indonesia, masyarakat telah mendapatkan angin segar melalui regulasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah RI yaitu Perpres No. 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk Transportasi darat. Beberapa alat charging baterai kendaraan listrik pun sudah dapat ditemui di stasiun pengisian bahan bakar hingga di tempat istirahat dan pelayanan (TIP) jalan tol.
Selain itu, Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia tentu memiliki potensi besar sebagai salah satu pemasok kendaraan listrik dunia. Hal ini perlu didukung oleh kemampuan teknologi dalam mengolah serta mengembangkan inovasi baterai yang unggul bagi kendaraan listrik. Walaupun saat ini sudah terdapat inovasi baterai yang memiliki daya yang lebih kuat (Solid-state battery), para pengembang kendaraan listrik di Indonesia khususnya di UI perlu mengembangkan teknologi sistem sumber daya energi di masa depan yang dapat mengoptimalkan jarak tempuh kendaraan listrik dengan baterai yang tetap menggunakan nikel.
“Dari beberapa fasilitas penunjang tersebut masih ada beberapa kendala yang harus dihadapi dalam distribusi kendaraan listrik di Indonesia. Kendala pemasaran masih menjadi tantangan utama akibat mahalnya harga jual kendaraan listrik dikarenakan hampir 40%-nya termasuk harga baterai yang masih relatif mahal. Namun jika mengamati tren menurunnya harga baterai setiap tahun, maka dapat dipastikan bahwa kedepannya harga kendaraan listrik akan semakin terjangkau,” ungkapnya.
Sumber Energi
Baterai
Jenis baterai yang digunakan merupakan baterai yang digunakan pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari yang energinya akan berkurang seiring penggunaannya dan memerlukan proses pengisian ulang daya atau charging.
Fuel-cell.
Alat yang menghasilkan energi listrik dari sejumlah hidrogen cair melalui suatu proses kimia tertentu (redoks), sehingga kendaraan listrik fuel-cell akan memerlukan pengisian ulang hidrogen cair ke dalam tangki hidrogen selayaknya kendaraan berbahan bakar minyak.
Kedua sistem tersebut merupakan penghasil arus listrik yang akan menggerakkan motor listrik agar dapat terhubung ke roda penggerak kendaraan.
Part
Tidak Digunakan:
- Tangki bahan bakar
- Pompa bahan bakar
- Knalpot
- Mesin bensin/diesel
Masih Digunakan:
- Radiator (sistem pendingin mesin)
- Compressor AC
Desain
Menggunakan konstruksi rotor-stator yang langsung bergerak berputar sehingga menghasilkan desain yang jauh lebih solid dan ringan dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin/diesel.
Beberapa kendaraan listrik tidak menggunakan kotak transmisi (gearbox) dikarenakan secara alami karakteristik torsi dan daya luaran motor listrik sudah sesuai untuk menggerakkan kendaraan.
