Dosen Peraih Penghargaan Tingkat Asia

Dosen Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Desi Adhariani, Ph.D meraih Emerald Young Researcher Award (EYRA) 2021 dari Emerald Publishing Limited East Asia and New Asian Tigers awal tahun ini. Penghargaan ini diharapkan dapat memicu peneliti lain untuk menghasilkan karya terbaik.

Emerald Publishing Limited merupakan sebuah penerbit buku dan jurnal ilmiah akademik. Melalui EYRA, Emerald Publishing Limited berusaha mengapresiasi peneliti pada tahap awal karier yang telah menerbitkan artikel di jurnal milik Emerald. EYRA merupakan penghargaan regional yang terbatas pada peneliti di wilayah Singapura, Malaysia, Brunei, Indonesia, Filipina, Korea, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Macau, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Laos.

SATU-SATUNYA ASAL INDONESIA

Desi menjadi satu-satunya peneliti asal Indonesia yang memenangkan penghargaan EYRA 2021. Ia bersanding dengan lima peneliti ainnya, yakni Dr. Maxwell Ho Chun Sing (Dosen, The Education University of Hong Kong), Dr. Yi-Hwa Liou (Associate Professor, National Taipei University of Education), Dr. Donnie Adams (Dosen Senior, Faculty of Education Universiti Malaya), Dr. Tan Kim Lim (Asisten Profesor, BNU-HKBU United International College), dan Dr. Jacky Cheah Jun Hwa (Dosen Senior, Universiti Putra Malaysia).

Mendapat penghargaan EYRA 2021, Desi berujar, “Kita tentu tidak dapat menganggap pemenang Emerald Young Researcher Award sebagai peneliti muda terbaik di Asia karena ruang lingkupnya terbatas, yaitu penilaian hanya dari satu lembaga penerbitan akademik internasional. Namun, penghargaan pada regional tertentu, terlebih negara berkembang di Asia, sangat penting untuk mengimbangi penghargaan yang lebih banyak diberikan untuk para peneliti di negara maju”.

Tak lupa, ia mengapresiasi Emerald yang menghargai kerja keras para peneliti muda. Menurutnya, Emerald tak hanya memberikan penghargaan kepada well established researchers, melainkan juga turut memberikan kesempatan dan menghargai early career researchers.

“Dengan penghargaan ini, harapan saya akan lebih terbuka kemungkinan para peneliti dari Indonesia, khususnya Universitas Indonesia, untuk meraih penghargaan serupa di waktu berikutnya dari penerbit atau lembaga terkemuka lainnya, dan mungkin tidak hanya di tingkat Asia, tetapi lebih tinggi lagi,” ungkapnya.

PENELITIAN YANG BERPERAN BAGI LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT

Kompetisi yang diadakan oleh Emerald Publishing pada kategori EYRA mengharuskan para peneliti mengajukan esai ringkas. Esai ringkas ini terdiri dari 2.000 kata. Esai tersebut tentang penelitian yang telah terbit dalam dua tahun terakhir. Esai itu juga harus menjelaskan berbagai hal penting dan peran dari penelitian yang telah terbit bagi lingkungan dan masyarakat.

Desi sendiri telah memiliki sejumlah publikasi di jurnal milik Emerald dalam dua tahun terakhir. Topik publikasi yang dimilikinya terkait dengan lingkungan dan masyarakat karena berada pada area “Sustainability Accountingdan “Peran Akuntan Manajemen di Masyarakat” yang sesuai dengan kriteria yang disyaratkan oleh Emerald.

“Saya harus membuat tulisan yang mengemukakan pentingnya kegiatan penelitian. Lebih luas lagi, mereka ingin mengetahui keterkaitan penelitian terhadap masyarakat (community engagement) dan lingkungan (termasuk dalam komponen sustainable development goals),” ia memaparkan.

Desi meneruskan, ada banyak jalur untuk menerapkan hasil penelitian. Di akuntansi, ia mencontohkan,  kita dapat menerapkan ilmu pengetahuan akuntansi sebagai konsultan untuk kepentingan perusahaan. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan, yakni pengabdian masyarakat. Oleh sebab itu, ia berharap penelitiannya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat dan penerapan kebijakan.

“Saya tertarik pada bidang pengabdian masyarakat untuk melayani masyarakat marginal yang mungkin masih kurang tersentuh oleh akademisi akuntansi. Saat ini, misalnya, saya berusaha untuk membangun kepedulian melalui penelitian tentang krisis air di Bali,” tambahnya.

Selain itu, Desi tak ingin penelitiannya tenggelam di balik banyak jurnal baru yang bermunculan, Dirinya pun mulai membagikan hasil penelitiannya secara populer di media sosial. Kelak, ia ingin merambah ke media massa.

Dengan media komunikasi bervariasi, ia berharap dapat terlibat secara tak langsung dalam memberikan awareness hingga memengaruhi penetapan dan penerapan kebijakan.

Penelitian yang terpublikasi memang baik bagi pribadi peneliti maupun Lembaga, seperti akreditasi, ranking universitas, dan sebagainya. Tetapi, akan lebih baik lagi apabila ada manfaatnya untuk policy, practice, lingkungan, dan masyarakat,” tandasnya.

Bagikan artikel ini: