Empat mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) mengembangkan aplikasi pemeriksaan khusus kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular.
Aplikasi yang diberi nama Cardi Watch ini merupakan aplikasi low-cost dengan layanan terdiri dari tindakan pencegahan, screening awal berbasis photoplethysmograph (PPG), dan konsultasi seputar kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular langsung dengan dokter spesialis jantung.
Cardi Watch dikembangkan oleh Clouddian Fazalmuttaqin, Nathasya Eliora Kristianti, Douglas Raevan Faisal, dan Adam Maulana. Penciptaan aplikasi ini berawal dari keinginan tim untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di bidang teknologi kesehatan dengan memuat teknologi yang ramah pengguna, khususnya masyarakat awam.
Keinginan tersebut juga tak terlepas dari fakta bahwa penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia, bahkan dunia. Menurut temuan terbaru, penyakit ini jadi penyebab sepertiga dari seluruh kematian
yang ada di dunia pada tahun 2019. Jumlah kematiannya juga terus meningkat.
Selain itu, pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penyakit jantung juga dinilai masih kurang. Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di tahun 2018, diperkirakan hanya sekitar 20% orang Indonesia yang memiliki pemahaman baik tentang kesehatan, termasuk tentang penyakit jantung.
Fitur utama Cardi Watch ialah screening Arrhythmia, yaitu kondisi gangguan pada irama jantung. Untuk dapat melakukan screening, pengguna cukup meletakkan salah satu jari mereka pada gawai pintar yang telah terpasang
aplikasi Cardi Watch dengan posisi menutupi kamera belakang dan lampu flash. Setelah itu, hasil screening akan ditampilkan kepada pengguna yang berisi BPM jantung dan indikator Arrhythmia atau tidak.
Berkat inovasi ini, Clouddian bersama tim berhasil mengamankan posisi mereka sebagai finalis di ajang Imagine
Cup 2021 yang diselenggarakan oleh Microsoft. Kompetisi ini melibatkan para ahli teknologi muda dari seluruh dunia untuk mencari talenta terbaik.
Pada kompetisi ini, peserta membuat proyek baru dan inovatif yang menonjolkan bakat dan minat mereka. Para peserta juga memiliki kesempatan untuk bertemu dengan para profesional, memperoleh keterampilan baru, memenangkan pendanaan untuk memaksimalkan penerapan ide-ide mereka, dan menerima bimbingan dari para pemimpin teknologi. Melalui beberapa putaran kompetisi online dan tatap muka, para peserta memperebutkan gelar kejuaraan berhadiah uang tunai dan program mentoring.
Imagine Cup menitikberatkan pada inovasi yang mengubah cara hidup manusia, tentang solusi, dan aplikasi yang
bisa menyelamatkan nyawa manusia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan jawaban yang efektif guna meningkatkan gaya hidup masyarakat di seluruh dunia, melalui ide-ide teknologi yang mereka ciptakan.




