Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah menjadi narasumber dalam Kuliah Umum Magister Manajemen FEB UI, Senin (10/5).
Kuliah Umum tersebut mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja dan Upaya Memanfaatkan Bonus Demografi”. Acara dipandu oleh Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D., Ketua Program Studi MM FEB UI.
Rektor Universitas Indonesia dalam sambutannya, yang diwakilkan oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan FEB UI Teguh Dartanto Ph.D. menuturkan, “Sektor ketenagakerjaan mengalami dampak krisis COVID-19. Lebih dari 29 juta penduduk usia kerja di Indonesia terkena imbas pandemi. Akan tetapi, pada Kuartal II-2021, penyerapan tenaga kerja mulai menunjukkan tren membaik. Sebagian pekerja yang terkena dampak pandemi pun mulai diserap industri. Ke depannya, pengembangan kualitas sumber manusia manusia (SDM) menjadi salah satu fokus prioritas Pemerintah karena percepatan pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan SDM yang kompeten, produktif, unggul, dan berdaya saing tinggi”.
Sementara itu, Menteri Ida Fauziyah memaparkan kondisi ketenagakerjaan Indonesia akibat pandemi COVID-19. Ia menjelaskan ada sebanyak 19,1 juta penduduk usia kerja terdampak dan 1,62 juta orang menganggur.
Beliau menambahkan, “Implementasi program peningkatan produktivitas melalui lompatan transformasi BLK seluruh Indonesia untuk memudahkan anak muda usia produktif atau masyarakat mengakses layanan peningkatan produktivitas, membangun dan melatih para kader produktivitas yang nanti berkontribusi untuk peningkatan produktivitas di segala sektor, penguatan kolaborasi dengan para stakeholder produktivitas dalam pengembangan alat, teknik dan metode peningkatan produktivitas, memperkuat fungsi hubungan industrial melalui pengembangan collective bargaining for productivity di semua perusahaan, membangun masyarakat produktif di setiap elemen masyarakat, dan mengembangkan layanan peningkatan produktivitas melalui digitalisasi sistem layanan agar program peningkatan produktivitas dapat fokus dan masif serta berkesinambungan,” ungkap Ida.


