Universitas Indonesia (UI) selalu berkomitmen untuk menghasilkan SDM yang unggul bagi bangsa. Salah satu upayanya yaitu melalui pernikahan massal vokasi-industri.
Pernikahan Massal atau link and match adalah program yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pernikahan Massal merupakan istilah yang menggambarkan sinergi antara pendidikan vokasi dengan industri serta penyelarasan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Tujuannya adalah menghasilkan lulusan di perguruan tinggi vokasi dengan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja. Pernikahan Massal merupakan strategi untuk menyinergikan pendidikan vokasi dengan industri melalui penyelarasan kurikulum, pembelajaran, dan peningkatan kapasitas SDM.
Latar belakang diadakannya program Pernikahan Massal antara vokasi dengan industri merupakan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang sangat menekankan pada merdeka belajar dan kolaborasi antara institusi pendidikan dengan industri untuk menghasilkan SDM yang unggul bagi bangsa.
Selain itu, kurikulum pendidikan vokasi yang memiliki persentase 70% praktik menuntut hubungan yang baik dan sinergi dengan DUDI. Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA selaku Direktur Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia mengatakan, “Mahasiswa akan lebih siap kerja dan memiliki keterampilan sesuai dengan bidangnya yang diperoleh dari penerapan pembelajaran dengan kurikulum 70% praktik. Mahasiswa sudah ditempa sejak di masa perkuliahan sehingga saat lulus sudah tidak gagap dan siap bersaing, serta kepercayaan diri telah terpupuk karena telah memiliki bekal yang cukup.
Sementara itu, program Pernikahan Massal ini juga mendorong hadirnya dosen tamu dari kalangan praktisi/profesional, kolaborasi riset terapan dan pengabdian masyarakat, serta penyerapan tenaga kerja. Kemitraan dengan industri ini menjadikan pendidikan vokasi mampu menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan terkini.
Kerja Sama dengan Stakeholder
Prof. Sigit mengungkapkan, “Untuk memperkuat program Pernikahan Massal, Vokasi UI menerapkan link and match dengan industri yang dibuktikan melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder, seperti BUMN, asosiasi profesi, dan instansi pemerintah maupun swasta.”
Beliau menambahkan, “Untuk mendukung program Pernikahan Massal, Vokasi UI saat ini bekerja sama dengan kurang lebih 160 perusahaan, baik BUMN maupun swasta, seperti Forum Human Capital Indonesia, INDSPA Association, Ikatan Akuntan Publik Indonesia, Kementerian Perindustrian, Pemerintah Kota Bogor, Bank Mandiri, BNI, BRI, PT MRT Jakarta, Waskita Karya, Narasi TV, Mullen Lowe Group, Metro TV, dentsu Network, BPJS Ketenagakerjaan, dan lain sebagainya. Kerja sama ini dilakukan dalam penyusunan kurikulum, beasiswa, sertifikasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.”
Kurikulum 321
Menurutnya, kerja sama antara Vokasi UI dengan industri secara konsisten dapat dilihat dari penerapan kurikulum. Pada jenjang Ahli Madya (D3) Vokasi UI menerapkan kurikulum 321 sesuai dengan amanah Peraturan Menristekdikti No. 44/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kurikulum ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja. Kurikulum 321 adalah tiga semester awal yang menjalani kuliah di kelas dan laboratorium, dua semester selanjutnya studi kerja di industri, dan semester akhir magang.
“Harapannya agar mahasiswa Vokasi UI sudah siap kerja dan kompeten di bidangnya. Dengan penerapan kurikulum 321 akan semakin memperkuat antara industri pendidikan dan industri karena industri memiliki peran penting dalam mencetak kompetensi mahasiswa. Kurikulum ini telah terbukti mampu membuat lulusan Vokasi UI cukup menunggu 0-3 bulan untuk mendapatkan pekerjaan. Jenjang Sarjana Terapan juga menerapkan kurikulum 70% praktik dan juga dibekali dengan keterampilan kewirausahaan sehingga lulusannya mumpuni untuk dapat bekerja maupun berwirausaha,” kata Prof. Sigit.
Selain itu, mahasiswa juga akan melalui proses sertifikasi di bidang masing-masing yang diselenggarakan LSP UI. Terdapat 34 skema sertifikasi. Di luar itu, mahasiswa dapat mengambil sertifikasi tambahan dari LSP P3 dan Asosiasi Profesi, seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP), Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia, Association of Chartered Certified Accountants (ACCA), dan lainnya.
Fasilitas dan Paket Pernikahan Massal
Tak hanya dibekali kurikulum 321, mahasiswa juga diberikan fasilitas dan paket Pernikahan Massal. Prof. Sigit menjelaskan, “Banyak sekali fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa, seperti fasilitas laboratorium. Dalam hal ini Vokasi UI bekerja sama dengan berbagai mitra, seperti Metro TV, Bursa Efek Indonesia, PT IndoPremier Sekuritas, Hermina Hospitals Group, Korean Medical Devices (KMD) Indonesia, dan Sonar Platform dalam pendirian laboratorium. Artinya, perusahaan- perusahaan tersebut berkontribusi dalam penyediaan alat, software, bahkan pengajar dalam laboratorium. Selain itu, Vokasi UI memiliki program magang bersertifikat, dan yang tidak kalah penting adalah ujian sertifikasi profesi, baik dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UI maupun dari LSP lain, baik dalam nasional maupun internasional.”
Sementara itu, terdapat sembilan sistem atau paket Pernikahan Massal untuk memperkuat pendidikan vokasi. Hal ini diterapkan pula di dalam program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, antara lain kurikulum yang disusun bersama dengan industri, dosen tamu dari industri, program magang yang dikelola bersama industri, industri yang berkomitmen untuk menyerap lulusan dari pendidikan vokasi, pengenalan teknologi sistem kerja di dunia industri untuk dosen, hibah laboratorium, beasiswa, riset bersama industri, serta penyusunan skema dan pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang melibatkan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA).

