Sudah satu tahun lamanya para mahasiswa di seluruh perguruan tinggi Indonesia menerapkan pola pembelajaran jarak jauh. Dampak psikologis tentunya akan muncul bagi segelintir mahasiswa. Berikut ini tips untuk menjaga mood selama menjalani perkuliahan daring.
Salah satu dosen Fakultas Psikologi UI, Lathifah Hanum, M.Psi memiliki tips bagi para mahasiswa agar dapat menjaga mood dalam menghadapi perkuliahan daring serta menjaga prestasi mahasiswa agar tidak mengalami penurunan. Berikut tipsnya:
1. Jaga Pola Hidup dan Pergerakan Tubuh
Ketika menghadapi pembelajaran jarak jauh, mahasiswa menjadi lebih sering menatap layar, lebih banyak duduk
sambil membuka laptop. Screen timing dengan jangka waktu panjang serta kurangnya pergerakan tubuh dapat dikategorikan bahwa hal tersebut tidak baik bagi kesehatan, bahkan memicu para mahasiswa terserang penyakit. Pastikan agar kalian memiliki alokasi waktu untuk berolahraga, bergerak hingga stretching, dan batasi juga durasi menatap layar dari rentang 40-60 menit.
2. Pilih Lokasi Belajar yang Nyaman, Hindari Lokasi yang Sama Sebagai Tempat Istirahat
Bagi para mahasiswa, saat ini penting untuk memiliki lokasi/spot yang nyaman untuk memungkinkan dia belajar dengan baik di rumah. Selain itu, jangan satukan tempat istirahat dengan tempat belajar, karena hal ini dapat membuat mahasiswa akan terbayang dengan pola hidup baru yang biasa ia lakukan dengan tempat istirahatnya sehingga dapat mengurangi kualitas istirahatnya.
3. Buat To Do List
Agar mahasiswa dapat menentukan skala prioritas yang akan dikerjakan dari tugas yang telah diberikan selama perkuliahan, pastikan untuk membuat to-do list mengenai hal-hal yang akan dikerjakan di setiap harinya. Pastikan to-do list tersebut dibuat rinci karena bila semakin rinci, kita semakin tahu apa saja kegiatan yang dapat kita prioritaskan dan kita tunda. Jadi performa akademik teman-teman mahasiswa juga tidak menurun.
4. Jangan Sungkan untuk Berdiskusi dengan Orang Lain
Setiap mahasiswa pasti butuh motivasi eksternal terlebih lagi dalam menghadapi pembelajaran jarak jauh ini, khususnya melalui support dari teman-temannya. Cobalah untuk berdiskusi dengan teman agar dapat terbantu dalam situasi sekarang ini. Terkadang ada beberapa mahasiswa yang sungkan untuk menyatakan kondisinya ke teman-temannya. Saat ini bukan soal malu atau tak enak hati. Bila seseorang memang memang membutuhkan bantuan orang lain, dia harus berani untuk menyatakan.
5. Identifikasi Susasana Rumah
Bila kondisi rumah tidak memungkinkan dan mahasiswa tidak memiliki banyak privacy, maka mahasiswa perlu memperhatikan situasi rumah mengenai jam sibuk, suasana ramai dan sepi di rumahnya masing-masing. Bila mahasiswa mengharapkan rumah selalu sepi, itu hanya akan menambah beban mereka untuk belajar. Ingat juga tujuan kita ketika memulai pembelajaran daring tersebut agar kita tidak mudah terdistraksi oleh berbagai gangguan yang ada di dalam rumah.
Hanum pun memberi pesan kepada para mahasiswa yang sedang menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh saat ini. “Untuk para mahasiswa, jangan patah semangat, kami para dosen berusaha terus menyempurnakan cara belajar jarak jauh ini agar mahasiswa dapat tetap belajar dengan optimal. Bila mahasiswa mengalami kesulitan terkait pola belajarnya, jangan sungkan untuk menghubungi dosen yang bersangkutan. Dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh ini, keaktifan kalian sangat menentukan prestasi akademik,” ujarnya.

