Kondisi pandemi Covid-19 masih belum usai. Bahkan, klaster-klaster baru pun kian bermunculan. Salah satunya adalah klaster keluarga.
Apakah Klaster Keluarga Itu?
• Klaster keluarga dapat terjadi jika salah satu anggota keluarga terinfeksi virus, lalu menularkan ke anggota keluarga lainnya sehingga satu rumah tangga tertular Covid-19 saat berada di rumah sendiri.
• Sebagai contoh, ayah yang bekerja di kantor, kemudian terinfeksi Covid-19 dengan bergejala atau tanpa gejala. Setelah itu, ayah pulang ke rumah, lalu menulari anak dan ibu.
Aktivitas Pemicu Klaster Keluarga
- Membiarkan anak bermain bersama di lingkungan komplek atau perumahan tanpa protokol kesehatan yang kuat.Anak-anak bisa berperansebagai carrier virus.
- Kegiatan berkumpul, seperti saling mengunjungi rumah sesama warga, arisan, perayaan hari besar, olahraga bersama, dan lain-lain.
- Melakukan liburan, piknik, atau jalan-jalan ke tempat ramai sehingga dapat berpotensi membawa virus saat kembali ke rumah.
Cara Cegah Transmisi Klaster Keluarga
- Patuhi protokol kesehatan.
- Untuk sementara ini, selektif atau lebih tidak menerima kunjungan orang lain ke rumah.
- Lakukan silaturahmi secara online.
- Kurangi kegiatan sosial warga
- Kurangi aktivitas di luar rumah jika memungkinkan.
- Hindari piknik atau liburan pada kondisi pandemi ini demi keselamatan keluarga.


