5 PEMUDA INDONESIA MASUK MAJALAH FORBES

Pemuda Indonesia tak pernah berhenti untuk berkarya dan berinovasi. Dari sekitar 3.500 nominasi, para pemuda ini berhasil masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia tahun 2020. Siapa saja mereka? Mari simak artikel berikut ini!

HILFI ALKAFF, COFOUNDER OY! INDONESIA

Hilfi Alkaff adalah salah satu pendiri OY! Indonesia, sebuah startup yang bergerak di bidang finance. Berdirinya OY! Indonesia dilatarbelakangi oleh permasalahan masyarakat Indonesia masih kesulitan melakukan kegiatan transaksi keuangan. Pada akhirnya, Hilfi bersama dua rekannya, yaitu Jesayas dan Jan Kristanto mendirikan OY! Indonesia. OY! Indonesia telah terintegrasi lebih dari 100 bank dan menawarkan layanan unggulan gratis transfer antarbank di Indonesia.

 

 

 

NICOLE ZEFANYA, PENYANYI INDONESIA

Wanita yang akrab disapa Niki ini telah sukses mengembangkan karirnya di Los Angeles, Amerika Serikat. Niki mengawali karirnya dengan merilis lagu berjudul Awali Hari dengan Cinta di bawah naungan Sony Music pada tahun 2014.

Berbagai prestasi pun telah diraihnya di industri musik dunia. Melalui lagunya yang berjudul Vintage, Niki berhasil masuk daftar Best of 2018 di Apple Music. Selain itu, lagu Niki yang berjudul Spell sempat menjadi nomor satu di tangga lagu Korea Selatan.

 

CHRISANTI INDIANA, COFOUNDER SOCIOLLA.COM

Wanita yang akrab disapa Santi ini sebelumnya adalah seorang desainer profesional di salah satu brand agency di Sydney, Australia. Ide untuk membuat e-commerce Sociolla ini berawal dari ketika kembali ke Jakarta, ia kesulitan mencari produk kecantikan di Indonesia yang berasal dari distributor resmi. Kesulitan ini juga dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Berkat dukungan dukungan dari sang kakak Christopher Madiam dan rekannya John Rasjid, mereka pun membangun Sociolla, startup kecantikan dan kebugaran di Indonesia. Saat ini aplikasi Sociolla telah diunduh oleh lebih dari 500.000 pengguna.

 

 

 

PENDIRI ARUNA

Berawal dari keprihatinan tiga pemuda terhadap kondisi industri perikanan dan kelautan Indonesia, mereka mendirikan Aruna, startup yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Mereka adalah Farid Naufal Aslam, Indraka Fadhlillah dan Utari Octavianty. Misi yang mereka miliki adalah menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara nelayan dan pembeli.

Aruna menerapkan kerjasama Business to Business (B2B) dengan pembelian di atas 100 kilogram. Konsumen atau pengguna Aruna sebagian besar adalah pemilik restoran hingga supermarket. Seiring berjalannya waktu, platform Aruna sudah diakses konsumen dari luar negeri seperti Vietnam, Singapura dan Malaysia. Pendapatan dari seluruh transaksi aplikasi ini dapat mencapai Rp690 miliar setiap bulan.

 

ELISA SUTEJA, COFOUNDER FORE COFFEE

Buat kamu pecinta kopi, pasti sudah tidak asing lagi dengan Fore Coffee. Perusahaan startup yang bergerak di bidang food and beverages ini menyediakan aplikasi bagi pengguna untuk dapat memesan kopi.

Elisa Suteja bersama Robin Boe dan Jhoni Kusno mendirikan Fore Coffee pertama kali di Senopati, Jakarta Selatan pada tahun 2018. Di tahun pertamanya, Fore Coffee berhasil membuka lebih dari 100 gerai dan aplikasinya telah diunduh lebih dari 1 juta pengguna. Elisa pun mampu membuka lapangan pekerjaan bagi sejumlah orang di Indonesia.

Selain itu, berbagai penghargaan juga telah diraih Elisa, seperti juara kedua pada kompetisi General Electric Indonesia tahun 2013. Pada 2014, wanita ini juga menjadi salah satu dari finalis nasional P&G ASEAN.

 

Bagikan artikel ini: